Senin, 18 Januari 2010

Kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan di Karangasem Bali


Kunjugan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan di Karangasem Bali
Ket. Gambar. Dari kiri ke kanan : Direktur Perbenihan (Dr. Ir. Ketut Sugama, A.Pu) Gubernur Prop. Bali, Menteri Kelautan dan Perikanan (Dr. Ir. Fadel Muhammad) dan Kepala BBAP Situbondo (Ir. Slamet Subyakto, M,Si)



Kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan di Karang Asem Bali merupakan kunjungan kerja dalam rangka memantau perkembangan udang Vaname Nusantara 1 (VN-1) yang merupakan hasil perekayasaan teknologi oleh para perekayasa BBAP Situbondo
Kunjungan tersebut berlangsung pada tanggal 30 Desember 2009 di Kantor BBAP Situbondo Divisi Multiplication Broodstock Center Udang Vaname (MBCUV), Desa Bug-bug Karangasem Bali.
Dengan luas sekitar 10 Ha, diharapkan MBCUV kelak akan menjadi MBCUV terbesar di dunia yang memproduksi udang vaname lokal yang SPR dan SPF

Rabu, 29 Juli 2009

Abstrak Hasil Perekayasaan BBAP Situbondo

Modifikasi Metode Elisa Dalam Pendeteksian Residu Nitrofuran pada Udang

Udang vanname telah menjadi komoditas penting untuk pengembangan akuakultur di Indonesia. Permasalahan penyakit baik viral maupun bakterial merupakan salah satu faktor penghambat usaha pertambakan udang vanname. Salah satu usaha pencegahan masalah penyakit adalah penerapan antibiotik pada proses budidaya. Isu tentang keamanan pangan yang berkaitan dengan residu antibiotik pada udang hasil budidaya juga merupakan faktor penghambat perkembangan budidaya udang.

Studi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui waktu henti obat (withdrawal time) nitrofuran terutama metabolitnya 3-amina-2 oxazolidinone (AOZ) pada udang vanamei. Udang vanname dengan berat rerata 8 - 10 gram diberikan pakan yang mengandung antibiotik nitro furazone dengan dosis 5 gram/kg pakan udang selama 7 hari. Setelah perlakuan tersebut, udang diberi pakan tanpa antibiotik dan sampel diambil setiap 24 jam selama 7 hari berikutnya. Residu AOZ pada sampel udang diukur dengan metode ELISA menggunakan kit komersial.

Hasil uji coba menunjukkan bahwa residu AOZ tertinggi pada sampel udang setelah pemberian pakan berantibiotik selama 7 hari adalah 10,370 ppb yang terjadi 24 jam setelah perlakuan. Residu AOZ mengalami penurunan sejalan dengan bertambahnya waktu. Hasil perhitungan regresi menunjukkan formula Y = 10,589 – 0,026X dengan Y adalah konsentrasi AOZ dalam ppb dan X adalah waktu dalam jam. Penurunan residu AOZ adalah 0,026 ppb per hari. Hasil uji coba ini juga menunjukkan bahwa prediksi waktu henti obat nitrofurazon adalah sekitar 15 sampai dengan 20 hari setelah aplikasi antibiotik yang terakhir.

Pelatihan di BBAP Situbondo


Dokumentasi kegiatan pelatihan di BBAP Situbondo

Peresmian BBAP Situbondo Instalasi Udang Unit Karang Asem Bali


Dokumentasi kegiatan Peresmian BBAP Situbondo instalasi Udang Unit Karang Asem Bali

Launching "Udang Vanname Nusantara I"


Kerja keras BBAP Situbondo untuk menghasilkan benih udang bermutu yang diperuntukkan kepada stake holders, telah terbayar dengan dilaunchingnya udang vaname hasil pengembangan BBAP Situbondo “Vaname Nusantara I” yang diresmikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan yang diwakilkan oleh Bapak Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Departemen Kelautan dan Perikanan pada tanggal 28 Juni 2009 di PT. BAL Banyuwangi. Acara yang dihelat secara akbar ini menghadirkan berbagai stake holders baik dari instansi swasta maupun pemerintah yang berasal dari kalangan pembudidaya skala kecil hingga skala besar.

Pada acara ini, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya DKP beserta rombongan juga menyempatkan diri mengunjungi unit instalasi udang BBAP Situbondo yang terletak di Karang Asem Bali sekaligus meresmikan pengoperasionalnya.